Pemuda Penggoncang Dunia
Oleh:
Fitri Fajar Nur Indahsari
Penerima Beasiswa Unggulan
KEMENDIKBUD
FKIP Universitas Muhammadiyah
Surakarta
Pekan-pekan sebelumnya beberapa
pemuda membahas tentang pendidikan yang dikemas hingga menjadi tulisan yan istimewa.
Berbicara terntang pendidikan, tentu tidak dapat meninggalkan hal-hal yang
membuaat peserta didik bergerak maju menuju sebuah proses kedewasaan dan
menjadikan ia sebagai pemuda sejati.
Dalam peristiwa Sumpah Pemuda,
Generasi muda merupakan komponen utama untuk melakukan perubahan, dimana pemuda
saat itu menjadi pelopor persatuan nasional, mungkin tanpa adanya
campur tangan pemuda dalam sejarah perjuangan bangsa,
kita tidak dapat merasakan nikmatnya kemerdekaan, indahnya hidup tanpa adanya penjajahan dan kediktatoran serta ketidakadilan penguasa negeri saat ini. Maka tidak heran jika founding father bangsa ini, Ir. Soekarno, berkata: Berikan aku 100 orang tua, maka akan kupindahkan Mahameru. Tapi berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia“.
kita tidak dapat merasakan nikmatnya kemerdekaan, indahnya hidup tanpa adanya penjajahan dan kediktatoran serta ketidakadilan penguasa negeri saat ini. Maka tidak heran jika founding father bangsa ini, Ir. Soekarno, berkata: Berikan aku 100 orang tua, maka akan kupindahkan Mahameru. Tapi berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia“.
. Globalisasi membawa
berbagai macam perubahan dalam jiwa pemuda-pemuda Indonesia, emang tidak dapat dipungkiri bahwa perubahan
merupakan satu hal yang wajar untuk terjadi . Perubahan-perubahan itu ada yang
sifatnya baik, namun tidak sedikit pula perubahan-perubahan yang sifatnya mengantar
pemuda Indonesia pada keterpurukan. itus yang merusak moral dengan mudah diakses, tayangan
televisi yang tidak mendidik semakin marak disiarkan. Banyaknya generasi muda
yang terjerumus ke dalam lembah kebodohan karena tidak mampu menyeimbangakan
konsumsi Teknologi dan tayangan yang pantas ditonton tidak dapat dipungkiri
lagi. Belum lagi banyaknya pemuda yang terjebak dalam lingkaran apatisme,
hedonisme, yang mengarah pada antisosial.
·
Masalah Kita
Permasalahan yang dihadapi bangsa kita saat ini cukup besar
dan sulit diselesaikan apabila pemuda penerus bangsa bermental antisosial. Masalah
yang paling kompleks adalah masalah kepemimpinan. Indonesia membutuhkan
pemimpin-pemimpin yang mampu mengubah bangsa ini ke arah yang lebih baik serta
mampu “mengemban” amanat rakyatnya. Masalah yang sering kali dihadapi
pemimpin-pemimpin kita adalah masalah kepercayaan. Dimana sering kali pemimpin
yang terpilh tidak dapat menunjukkan kredibilitasnya sebagai seorang pemimpin,
tidak berkomitmen hanya duduk diatas kursi kekuasaan tanpa mempedulikan
masyarakat.
Sebenarnya masih banyak pemuda yang peduli terhadap masa
depan bangsa kita namun mereka seringkali menunggu banyak orang, dan tidak mau
menjadi pemimpin dari gerakan yang bersifat mambangun bangsa. Yang menjadi
permasalahan adalah bagaimana caranya mengajak pemuda-pemuda lainnya untuk ikut
aktif berkontribusi dalam membangun negeri ini.
·
Aksi
nyata
Melihat kenyataan yang terjadi, dibutuhkan
sosok pemuda yang dapat melakukan aksi perbaikan bangsa, untuk itu kita
sebagai pemuda harapan bangsa, pemuda yang mampu menguncang dunia harus melakukan optimalisasi diri, meneguhkan
pendirian serta berkomitmen, mulailah dari hal-hal yang kecil, mulailah dari
diri kita sendiri.
Jangan
tinggalkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia karena kita, pemuda Indonesia,
ahli waris cita-cita bangsa dan generasi penerus. Perjuangan kita untuk
Indonesia saat ini sudah bukan lagi dengan bergerilya, dan berunding sana-sini,
namun perjuangan yang dapat kita lakukan untuk memaknai kemerdekaan dan
menunjukkan nasionalisme kita.
Terbentuknya gerakan Boedi Oetomo
sebagai organisasi yang boleh dikatakan sebagai titik awal terbentuknya
organisasi yang bersifat nasional. Dilanjutkan dengan perjuangan generasi 1928
yang berhasil mempelopori persatuan nasional melalui Sumpah Pemuda.
Dahsyatnya Wikana dan Yusuf Kunto dalam Peristiwa Rengasdengklok, adalah
beberapa contoh aksi nyata para pemuda pada era dulu. Namun sulit bagi kita
untuk menemukan semangat semacam itu lagi dalam jiwa pemuda Indonesia di era
globalisasi semacam ini.
Indonesia membutuhkan peran kita saat ini. Aksi nyata yang
paling efektif sebagai mahasiswa adalah dengan bersikap profesional di bidang
kita. Membentuk sebuah gerakan nonanarkis dengan tujuan memperbaiki bangsa yang
tersusun rapih yang berlandaskan visi searah adalah aksi selanjutnya. Integritas
akhlak dan kepribadian sangat dibutuhkan dalam aksi ini, sikap ini dapat
dilatih dengan cara aktif berorganisasi di kampus atau lingkungan masyarakat,
organisasa ini lah yang akan membentuk kendewasaan pikiran, peningkatan daya
analisis, dan kemampuan untuk bekerja dalam tim.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar