Minggu, 17 Maret 2013

Keluarga, antara perbedaan dan kebahagiaan

Kami
 
Ketika kita berbicara tentang perbedaan, yang ada difikiran kita pertama kali adalah menyebalkan, membosankan, bahkan membuat kita marah. Namun, disini saya ingin sedikit mencurahkan kisah tentang saya dan teman-teman Ikatan Mahasiswa Penerima Beasiswa Unggulan FKIP UMS. Perbedaan yang kami rasakan sangat banyak, berawal ketika kami dipertemukan disebuah rapat bersama WD III FKIP UMS abah Yakub Nasucha. Ya. . . 
perbedaan yang sangat terasa pertama kali yaitu ketika kami ingin mengadakan rapat lanjutan, hal ini disebabkan jadwal kuliah kami yang berbeda, karena kami pun berasal dari jurusan yang berbeda, tidak sama halnya ketika kita masih duduk di bangku SD, SMP, atau SMA dimana kita bisa menyamakan jadwal untuk pertemuan atau rapat. Itulah satu hal yang masih menjadi masalah bagi kami, sehingga walau kami satu ikatan di Ikatan Mahasiswa Penerima Beasiswa Unggulan namun kami belum begitu saling mengenal karena jarang bertemu. Akhirnya ada inisiatif dari kami untuk mengadakan Masa Keakraban dimana Makrab ini ditujukan untuk saling mengenal.

Pagi itu hari Sabtu 30 Juni 2012, waktu yang kami pilih bersama untuk mengadakan makrab, pada pukul 06.30 WIB dengan penuh semangat kami berkumpul dan menantikan bus yang telah kami pesan, sekitar pukul 07 lebih sedikit bus yang kami nantikan datang dan satu per satu kaki kami masuk menaiki bus dari COOL TOUR, bus diisi oleh 42 Mahasiswa Penerima Beasiswa Unggulan, yaitu :
  1. Hanivah Diyah Novitasari (PBSID)
  2. Alfi Wahyu Ningrum (Bahasa Inggris)
  3. Fitri Fajar Nur Indahsari (Bahasa Inggris)
  4. Ardika Rizki Prihantoro (Bahasa Inggris)
  5. Sabrina (Biologi)
  6. Endang Rahmawati (Biologi)
  7. Andri Yulian Christiyanto (Biologi)
  8. Dwi Hartanto (Biologi)
  9. Farida Hikmawati (Biologi)
  10. Sommaya Rachmawati (Biologi)
  11. Dwi Mulyani (Biologi)
  12. Windi Nur Apriyani Putri (Biologi)
  13. Erlinda Anisa Wardani (Biologi)
  14. Irtasari (Biologi)
  15. Ayu Meti Septianingsih (Biologi)
  16. Lucky Dewi Arfitasari (Biologi)
  17. Eka Yudha Pratama (Biologi)
  18. Dewi Indarwati (Biologi)
  19. Dian Laeli Agistasari (Biologi)
  20. Amanda Majidah (Biologi)
  21. Endah Putri Novi Arti (Biologi)
  22. Eva Ervina Winda Safitri (Biologi)
  23. Yoga Muhamad Muklis (Matematika)
  24. Tri Adi Nugroho (Matematika)
  25. Ovie Tiya Ariesta (Matematika)
  26. Siti Fatimah (Matematika)
  27. Muhammad Yusuf Setyawan (Matematika)
  28. Linda Sulistiyani (Ekonomi Akuntansi)
  29. Oktyasih Widya Utami (Ekonomi Akuntansi)
  30. Catur Danarto (Ekonomi Akuntansi)
  31. Erlina Oktafia Elvandari (Ekonomi Akuntansi)
  32. Andy Santana (Ekonomi Akuntansi)
  33. Hegar Fatharlino (Ekonomi Akuntansi)
  34. Metatia Vidya Riamdini (Ekonomi Akuntansi)
  35. Devi Aryani (PKN)
  36. Arin Purwanti (PKN)
  37. Jumaidi (PKN)
  38. Setiawati Iriani (PKN)
  39. Retno Gumanti (PKN)
  40. Nur Wibowo (PGSD)
  41. Farida Eko Setyaningrum (PGSD)
  42. Desiana Ika Suryanti (PGSD)
sebenarnya jumlah mahasiswa penerima beasiswa Unggulan KEMENDIKBUD ada 46 mahasiswa namun 4 teman kami yaitu :
  1. Randy Listiyanto (Bahasa Inggris)
  2. Anna Roosiana Devi (Biologi)
  3. Harum Gatot Pamungkas (Ekonomi Akuntansi), dan 
  4. Marlena Novia Khusumawardani (Ekonomi Akuntansi)
berhalangan hadir karena berbagai faktor, namun perbedaan yang terjadi tidak akan membedakan kita, tapi lihat, baca dan rasakan, betapa indahnya perbedaan itu diparagraf selanjutnya.

Keberangkatan kami menuju jogjakarta sempat membawa sedikit masalah yaitu bertepatan pada hari kami berangkat ada pemberituhuan mendadak dari KABAGMAWA untuk datang keruang sidang WR III guna mendapat pengrahan dari KEMENDIKBUD tentang beasiswa unggulan, namun untungnya ada 2teman kami yang tidak ikut pergi dan bersedia mewakili kami datang keruang sidang WR III tersebut, dan akhirnya kami berangkat dengan tenang. Terima kasih kawand, perbedaan adalah pelengkap, itulah yang kami rasakan.
Sesampai di Jogja tempat yang kami tuju pertama kali yaitu sungai Ozo atau apalah itu namanya, tapi mirip-mirip itu,hehehe.... iya, di sungai itu kami melakukan rafting bersama, kami menjadi satu walaupun dari kami ada yang pintar berenang dan ada yang sama sekali tidak bisa berenang, termasuk saya. Namun, hebatnya perbedaan itu lagi-lagi menyatukan kita, dimana teman-teman kami yang pandai berenang sempat mengajari kami cara berenang. Sungguh nikmat yang luar biasa yang saya rasakan.
Perjalanan kedua kami lanjutkan menuju pantai Indrayanti, huft. . . lucu sekali ya nama pantainya. Tapi sayang, sesampainya dipantai rasa lelah menyelimuti kami, dan akhirnya kami hanya foto-foto saja di pantai, namun kebersamaan tidak pernah terpisahkan dari langkah kami. Sebagai penutup makrab pada hari itu kami pergi ke Malioboro, salah satu pusat perbelanjaan yang merupakan bagian terpenting di kota Jogja, perjalanan menuju Malioboro tidak kami sia-siakan begitu saja, sebagai bumbu pelengkap keakraban, kami bernyanyi bersama, mulai dari lagu pop, lagu kuno, lagu national sampai lagu daerah, sungguh kebersamaan yang tak dapat kami lupakan. 
Sedikit goresan tinta dilayar ini semoga mampu menjadikan inspirasi bagi pembaca yang menganggap bahwa perbedaan itu jelek. marikah kita kaji dan kita rasakan bersama, bahwa perbedaan itu adalah pemersatu. Untuk keluargaku di Ikatan Mahasiswa Penerima Beasiswa Unggulan FKIP UMS, semoga dengan perbedaan ini kita semakin mengerti indahnya perbedaan yang menjadi pemersatu.
Salam hangat,
Dhek Sari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar