Selasa, 18 Maret 2014

Mutiara Impian


“MUTIARA IMPIAN”
June 17th, 2013
            Cita-cita adalah mimpi terindah dalam hidup semua insan didunia. Meraih cita-cita bak meraih mutiara didasar laut, bahkan tarkadang lebih sulit dari itu. Perjuangan demi perjuangan harus dilalui, bahkan perjuangan itu tidak berhenti ketika cita-cita telah tercapai. Mempertahankan cita-cita adalah puncak perjuangan, puncak dimana masalah demi masalah dan rintangan demi rintangan menggoda hati kita.
            Cerita ini berawal ketika aku lulus dari bangku SMP, aku bermimpi untuk menjadi seorang teknisi komputer dan programing, mimpi ini bukan tanpa alasan. Saat kelulusan memang nilai terbaikku adalah TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), disisi lain ayahku memintaku untuk sekolah dipenerbangan agar menjadi pramugari, ini juga bukan tanpa alasan. Beliau menyarankan sekolah diperbangan karena hobiku yang senang berbicara Bahasa Inggris, namun hati ini selalu menolak. Bukan karena aku takut dengan pesawat namun karena saat itu aku sangat sulit berpisah dengan keluargaku, tempat dimana aku dibesarkan, dan tempat aku mengadu setiap ada masalah.
Perdebatan kecil dikeluarga sering kali terjadi dalam perjuanganku meraih mimpi, ayahku tidak begitu rela aku menjadi seorang teknisi komputer karena beliau berpendapat itu adalah pekerjaan laki-laki yang selalu berhubungan dengan listrik, tower, dan perkakas besi. Hari demi hari aku berusaha meyakinkan ayahku, hari demi hari tak henti-hentinya aku memohon kepada Allah untuk membukakan pintu hati ayahku agar beliau mengizinkan aku melanjutkan sekolah disekolah kejuruan sebagai pijakan awal mimpiku. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, akhirnya Allah menjawab doaku dan ayah mengizinkanku untuk melanjutkan disekolah kejuruan. Sungguh tiada keraguan dalam firman Allah Q.S. Ali-Imran ayat 159.
                             
” ... dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”
Langakah awal telah terbuka, perjuangan selanjutnya adalah pendaftaran di sekolah impian, sebut saja sekolah itu SMK Pelita. SMK Pelita adalah salah satu SMK Negeri favorit dikotaku. Jarak sekolah ini tidak dekat dengan rumahku, kurang lebih 25 KM. Jarak yang lumayan jauh ini terasa sangat dekat ketika seorang wanita yang penuh semangat mengantarku dan menyemangati setiap langkahku “IBU” ibuku tidak merasa lelah sedikitpun. Pagi itu, usai pulang berjualan dipasar ibuku mengantarku ke SMK Pelita untuk mendaftar, pada saat itu aku mendapat nomor daftar 213, padahal quota siswa untuk jurusan yang ku pilih hanya untuk 40 siswa, hati ini tetap optimis walau rasa takut tidak diterima selalu menghantui.
Hari berikutnya adalah test seleksi calon siswa baru, ujian tertulis dilaksanakan serentak dengan jurusan lainnya. Total pendaftar pada saat test untuk jurusanku kurang lebih ada 300 siswa. Pada saat ujianpun ibuku setia mendampingiku, beliau menunggu diteras masjid sekolahan sambil berdoa kepada Allah agar aku dimudahkan dalam mengerjakan seleksi itu. Begitu juga ketika test fisik dan wawancara, lagi-lagi ibuku mengantar dan mendampingi ku, menyemangatiku kala aku mulai lelah dan tidak yakin. Sungguh ibuku adalah sosok yang setia, dan kasih sayangnya tiada tara.
Setelah semua test seleksi masuk terselesaikan, inilah sesi penantian pengumuman. Hari demi hari ku lalui dengan rasa was-was dan binggung. Aku tak tahu lagi akan mendaftar ke Sekolah Kejuruan Negeri mana untuk langkah awal mimpiku jika aku tidak diterima di SMK Pelita. Aku sangat lemah, namun Ibuku selalu yakin kalau aku dapat diterima disekolah itu, padahal aku hanya siswa yang berkemampuan pas-pasan, bukan siswa yang berprestasi dari kebanyakan siswa yang mendaftar.
Segala bentuk usaha telah dihempaskan, kini tinggal menunggu hasilnya sambil berdoa kepada Allah yang maha memberi yang terbaik. Setiap jam 3 pagi ibu selalu membangunkanku untuk sholat tahajud, beliau selalu mengajakku puasa senin-kamis. Dalam setiap sujudku aku selalu memohon hasil yang terbaik. Apapun hasilnya saat itu aku benar-benar terima. Disisi lain ibuku selalu berdoa agar Allah mengabulkan impian-impianku. Sungguh ku bersandar pada keputusan Allah.
Waktu yang ku tunggu-tunggu telah tiba, hari itu tepat pada hari Senin, 14 Juli 2008 aku dan ibu berangkat ke SMK Pelita untuk melihat pengumuman, jantung ini berdebar begitu cepat, tubuh ini semakin gemetar ketika memasuki gerbang SMK Pelita. Ribuan calon siswa baru memenuhi halaman sekolah, tidak sedikit dari mereka yang datang ditemani oleh kakak ataupun orangtua mereka. Dan betapa beruntungnya aku yang juga ditemani oleh sosok ibu yang siap menerima apapun hasilnya.
Terlihat samar-samar tabel nama dalam lembaran kertas yang tertempel didinding pengumuman. Aku dan ibu bergerak mengantri dari belakang, terdengar jelas tangisan dari beberapa siswa yang tidak lulus seleksi, bahkan ada yang pingsan ditempat. Langkah demi langkah semakin mendekati papan pengumuman, dibaris antrian ketiga kakiku terhenti kaku dan aku melihat namaku tercantum diperingkat ke-20. Subhanallah, sontak seketika itu juga aku dan ibuku sujud syukur dan pelukan hangat darinya terasa jelas ditubuhku.
Seusai melihat pengumuman aku dan ibu menuju masjid sekolah untuk sholat dhuha serta melafalkan puji syukur atas nikmat Allah. Sembari perjalanan pulang aku dan ibuku mencari kos untuk aku tinggal, saat itu kebetulan ada orangtua temanku yang menawari tempat kos putri, Alhamdulillah Allah memudahkan jalan kami. Terima kasih ya Allah, terima kasih ibu, doa dan perjuanganmu kini membuahkan hasil yang sangat manis.

“. . . barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar.” (Q.S. Ath-Thalaaq : 2)

            Jalan menjemput mutiara impian telah berhasil ditemukan, kini tiba saatnya aku menyusuri jalan itu. Hari-hari ku lewati dengan indah, disekolah ini aku banyak mengenal teman dari luar daerah, dengan beragam bahasa, sikap dan kepribadian, namun disamping itu hati ini terus merasa berat untuk tinggal jauh dari orangtua, tapi ini adalah pilihanku dan ini adalah mimpiku. Aku mencoba untuk mengerti, aku mencoba untuk menenangkan hati karena suatu hari nanti aku juga akan terpisah dari orangtuaku, baik terpisah karena pernikahan atau juga dunia yang memisahkan. Aku harus belajar mandiri, aku harus mampu menjaga diri.
Langkah awal dikelas 1 hampir semua teman bersahabat kecuali 1 temanku sebut saja namanya Selly. Entah apa yang dia temukan dari sosokku, tapi dari awal dia sangat membenciku, namun aku tak mau ambil pusing dengan semua tingkahnya terhadapku. Dikelas 1 ini Selly selalu berbuat usil kepadaku, mulai dari fitnah kecil mengambil buku teman yang lain, sampai menfitnahku mengambil HP teman. Tapi syukurlah semua teman percaya jika aku hanya difitnah, teman-temanku mengerti aku tidak mungkin melakukan itu, karena memang aku adalah tipe orang yang suka bergaul dengan teman-teman yang lainnya, dan tidak suka menyendiri sehingga tidak mungkin ada waktu untuk mengambil barang-barang milik temanku.
Mungkin Allah begitu menyayangiku, sehingga Ia menguji kesabaranku tiada henti. Cobaan datang tidak hanya dari Selly, diawal cerita sudah aku katakan bahwa aku bukan siswa yang pintar jika dibanding teman-temanku yang lulus seleksi di SMK Pelita. Cobaan lain datang dari pelajaran, banyak sekali pelajaran yang tidak aku kuasai diawal tahun ini, apalagi pelajaran wajib jurusan Teknik seperti pelajaran fisika dan kimia. Bagaimana aku bisa paham pelajaran gurunya aja tidak pernah masuk kelas, jikalau masuk kelas beliau hanya memberi tugas saja.
Alhasil pada saat pembagian Raport kelas 1 nilaiku jatuh dan terpental jauh. Sang wali kelas pun menyarankan pada Ibuku agar aku mengambil les privat fisika dan kimia. Tak lama setelah raport dibagikan aku dan ibu langsung menuju tempat kos ku, setelah sampai dikos ibu pun memarahiku. Ya Allah, sungguh tidak tenang rasanya melihat ibuku kecewa. Maafkan aku Bu, aku berjanji akan lebih giat belajar.
Lembaran baru dikelas 2 dimulai, kini aku menjadi anak yang sedikit pendiam dibanding sebelumnya, akhirnya waktu main bersama teman-temanpun sedikit aku kurangi. Aku lebih suka menemui guru mata pelajaran ketika istirahat dan pulang sekolah untuk berdiskusi bersama. Aku sangat takut membuat ibu marah lagi. Karena murka Allah tergantung murka orangtua, sedikitpun aku tak ingin membuat Allah murka kepadaku. Ternyata langkah yang ku ambil salah, baru beberapa minggu saja Selly dengan mudahnya mempengaruhi teman-teman. Dia menyebar fitnah aku mencari muka didepan guru-guru agar mendapat nilai baik.
Hari demi hari kudapati teman-temanku menghindariku, ya Allah aku pasrah. Aku merasa hidup ini begitu berat. Setiap hari dibuku catatanku banyak sekali coretan yang berisi hujatan yang menyayat hati, sungguh aku ingin bercerita pada ibuku, tapi aku takut membuat beliau semakin marah. Sebisaku aku menutupi kesedihanku sebagaimana perintah Allah untuk tidak mengeluh, aku paham betul nikmat yang Allah berikan kepadaku tak terhitung jika dbandingkan dengan cobaan-cobaan ini. Sebagaimana firman-Nya Q.S. An-Nahl ayat 18:
“dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Suatu hari, Kepala Program Studi ku Bu Santi menawariku untuk membantunya mengajar kakak kelas dan bapak-ibu guru yang sebentar lagi akan ada ujian komputer. Memang prestasi akademik ku kurang begitu bagus tapi untuk masalah operasional komputer aku telah jatuh cinta untuk terus menekuninya sejak dulu. Disinilah aku semakin dekat dengan guru-guruku, namun disini juga aku semakin jauh dari teman-temanku. Lagi-lagi aku harus siap menjalani pilihanku. Dikelas 2 inilah kemudian prestasiku kembali pulih, diakhir semester tak disangka karena keuletanku belajar dan sering diskusi dengan guru-guru aku mendapat rangking 13. Sebuah peringkat yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya dan akupun dapat melihat kembali senyum ibuku. Namun begitu, konflik antara aku dan Selly tak kunjung hilang, Selly selalu mencoba menfitnahku, bahkan dia juga pernah mengadu domba ku dengan sahabat baikku Lina, sehingga aku dan Lina bertengkar hebat hanya karna salah paham.
Tidak berhenti disitu pada awal kelas 3, kita semua ditugaskan untuk Praktek Kerja Langsung (PKL). Pada saat pembagian kelomok kebetulan aku dan Selly mendapat tempat yang sama, ada 5 anggota dikelompok kami saat itu. Rasanya hatiku ingin sekali menangis, tapi aku yakin pasti akan ada hikmah dibalik rencana ini. Tak ku sangka pada saat itu Selly bertingkah sangat berbeda, dia bagitu baik dan perhatian padaku, kemana-mana dia mengajakku. Sungguh aku terlena, bahkan dia lebih baik daripada Lina sabahatku yang dulu.
Hari-hari ku lalui dengan Selly begitu akrab, baru kali ini juga dia tidak iri ketika direktur tempat kami PKL memintaku untuk mengajar mahasiswa D1 dalam pelajaran operator komputer, justru Selly sangat mendukungku. Suatu hari ketika kita sedang berada ditempat PKL aku mendapat telpon dari kepala jurusan ku Bu Santi, beliau menanyakan tentang kabarku. Aku sangat bahagia mendengar pertanyaan beliau yang begitu perhatian kepadaku, namun tak pernah kuduga, tiba-tiba beliau menanyakan padaku apakah aku hamil?
Tentu aku sangat kaget, ya Allah, cobaan macam apalagi ini, seketika itu pula aku menangis. Aku berserah kepada Allah, atas segala cobaan yang menghampiriku, aku berdoa memohon kepada Nya untuk menunjukan jalan kebenaran. Tidak ada satu orangpun yang aku curigai saat itu, Selly yang biasanya sering menfitnahku kini telah menjadi sahabat  baikku. Namun, siapakah yang tahu hati manusia? Hanya Allah yang maha tahu. Setelah tugas PKL kami selesai aku langsung menemui Bu Santi untuk meluruskan fitnah itu, dan akupun bertanya siapakah yang memberi tahu ibu tentang fitnah itu? seketika tubuhku menjadi lemas ketika beliau bilang bahwa Selly yang mengatakan.
Dikelas 3 inilah hatiku benar-benar hancur. Semua teman-temanku membenciku karena ulah Selly ketika kelas 2 dulu, dan ketika kelas 3 aku hanya mempunyai Selly sebagai sahabatku, namun ternyata dia berhianat dan menusukku dari belakang. Tapi aku selalu bersyukur kepada Allah, karena cobaan demi cobaan itu aku selalu berusaha untuk kuat dan lebih dekat dengan Nya.
Banyaknya cobaan membuatku merasa sangat lama bersekolah di SMK Pelita ini. Akhirnya waktu kelulusan pun tiba, sujud syukur kepada Allah yang memberikanku hadiah terindah. Ketika lulusan dan dengan disaksikan Ibuku aku mendapat Rangking 9, aku mendapat juara 10 besar. Bahkan aku adalah siswa terbaik dalam ujian praktek akhir perakitan komputer dan server Internet, kini mutiara impian telah kugenggam. Sungguh jika kita menghitung nikmat Allah, kita tidak mungkin bisa menjumlahnya, dan sungguh Allah tidak akan memberi cobaan kepada hamba-Nya diluar batas kemampuan hamba-Nya.
Teman-tamanku yang tadinya membenciku satu per satu memberi ucapan selamat dan minta maaf, kecuali Selly. Entah, mungkin karena dia merasa malu dan belum mau mengakui kesalahannya. Diakhir cerita, 1 minggu setelah kelulusan dikabarkan Selly akan menikah karena telah hamil diluar nikah. Inalillahi wa innailaihirajuin segala sesuatu akan kembali pada Allah. Kejadian ini mengingatkan saya pada firman Allah surat Al-Baqarah ayat 286

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. . . . . .”

Oleh : Fitri Fajar Nur Indahsari//Az-Zahra Astari

Jumat, 14 Maret 2014

Cinta Teralhir di Kota Budaya

Cinta terakhir di kota Budaya

Hay guys, gimana kabar cinta kalian hari ini...? Bicara soal cinta memang tidak ada batasnya. Tidak ada batas ceritanya, tidak ada juga batas usia. Bagaimana tidak dari kita masih dalam kandungan kita sudah butuh cinta, sampai kita mau matipun kita masih butuh cinta.
Ngomong-ngomong soal cinta, apa sich arti cinta buat kamu...? Setiap orang pasti punya arti yang berbeda, tapi tidak ada yang salah satu dengan yang lainnya. Ini kisahku, dan inilah cinta menurutku. Cinta adalah getaran rasa yang tidak cukup diungkapkan dengan kata, dan tidak akan selesai dibuktikan dengan nyawa. Cinta adalah kebutuhan setiap insan. Cinta adalah rasa yang rumit, melelahkan, mengairahkan, menghidupkan, bahkan cinta mungkin dapat mematikan.
Kenalin namaku Fatin, aku asli dari Aceh. Cerita cintaku berawal ketika aku kelas 5 SD. Ceritanya aku naksir berat sama kakak tingkatku, sebut saja namanya okie. Disinilah semangat masuk sekolahku naik 75%. Sebelum aku cerita banyak tentang cinta pertamaku ini, pasti kalian berfikir ini adalah cinta monyet, alasannya sudah pasti karena aku masih kecil. Tapi ini cintaku, ini bukan cintamu, dan ini bukan cinta mereka.
Sebuah aksi gila sempat aku lakukan dikelas 5 SD, dengan sangat PeDe pagi-pagi sebelum jam sekolah dimulai aku memberi bingkisan ke Kak Okie yang isinya buku dan coklat. Ya, maksudnya sich baik, kebetulah kak Okie adalah siswa terpandai dikelas, jadi siapa tahu dia suka baca. Dan maksud cokelatnya sudah pasti itu adalah maksud tanda cintaku padanya, dalam bingkisan itu aku juga menulis surat kecil yang berisi aku sangat mencintainya. Bayangkan, kelas 5 SD aku sudah rela melakukan hal yang gila untuk seseorang lelaki. Tapi, ya itulah kisahku dengan makna cinta yang sangat sederhana dari hatiku.
Masih penasaran dengan respon kak Okie, jam 9 lebih 15menit bell istirahat berbunyi dan aku terkagetkan melihat kak Okie sudah berdiri didepan kelasku. Dengan sangat yakin aku tahu, pasti dia datang untuk bilang dia menerima cintaku. Tanpa berfikir panjang naluriku menuntun untuk segera menemuinya, dan betapa kagetnya aku mendengar kata-kata kak Okie “Fatin, maaf aku tidak cinta sama kamu”. Seketika itu rasa cintaku langsung berubah menjadi rasa benci dan sangat malu, teman-teman sekelasku dan teman-teman sekelas kak Okie menyaksikan kak Okie bilang itu. Aku langsung lari dan menangis di tempat dudukku dan teman-temanku asyik mengejekku dengan mengulang kata-kata kak Okie.\
Ketika waktu kelulusan tiba, aku sangat sedih, bagaimana tidak. Kalaupun cintaku ditolak setidaknya dulu aku masih bisa melihat kak Okie ketika jam istirahat atau diluar jam pelajaran. Tapi sekarang aku tidak bisa lagi melihatnya disekolah. Gairah untuk pergi kesekolah akhirnya menurun, belajar nggak bisa masuk, istirahat cuma dikelas, pikiran nggak jelas, pokoknya patah hati itu nggak enak. Kalo kata orang jatuh cinta itu bisa mengalihkan tai kucing serasa coklat, tapi kataku patah hati itu juga bisa mengubah coklat serasa obat. Pokoknya nggak enak dan pahit banget, bikin sesek didada.
Tapi, ternyata aku masih beruntung. Kebetulan ketika kak Okie lulus ibunya pindah tugas menjadi guru bahasa Inggris di Sekolahku, jadi masih ada kesempatan untuk bertemu kak Okie dirumahnya dengan alasan tanya pelajaran sama ibunya. Karena kebiasaan anehku ibu kak Okie jadi lebih perhatian ke aku daripada ke teman-temanku, dan pada saat ada speech contest aku ditunjuk untuk mewakili sekolah. Pokoknya aku beruntung banget, karena kesempatan ketemu kak Okie lebih banyak lagi, ada alasan tanya pelajaran, ada alasan latihan untuk lomba, pokoknya ada-ada aja alasan untuk bisa ketemu sama dia, yang pasti aku tidak mensia-siakan keberuntungan ini.
Suatu hari ketika aku datang untuk latihan aku sempat tanya pada ibu kak Okie dimana kak Okie sekarang sekolah, dan ternyata kak Okie melanjutkan ke salah satu SMP favorite dikota Aceh, alhasil aku tahu kemana aku melanjutkan sekolah setelah ini, namun mendengar kabar itu aku harus semangat belajar agar aku bisa masuk ke sekolahan yang sama. Ternyata cinta bisa mengubah gairah seseorang, cinta juga bisa mempengaruhi kemana kita melangkah selanjutnya, dan cinta telah mengubah jalan fikiranku.
Setelah aku lulus SD aku melanjutkan ke SMP dimana kak Okie sekolah. Lega banget rasanya bisa satu sekolah lagi sama orang yang dicinta, jika ingat kejadian kelas 5 SD dulu aku memang malu dan sakit hati, tapi kenyataan membuatku memaafkan semuanya walau sudah disakiti. Satu lagi fakta tentang cinta, ternyata cinta bisa memaafkan sebesar apapun sakit yang beri oleh orang yang dicintai. Tapi bukan berarti kita bisa berlaku sesuka kita sama orang yang mencintai kita, semua bisa berbalik kekita sendiri, jadi hati-hati dengan cinta dalam hati.
Kelas 1 SMP aku hanya bisa memperhatikannya dari jauh. Aku hanya bisa menggagumi kak Okie tanpa satu orangpun yang tahu. Tapi kali ini rasanya lain, jika dulu hanya aku yang memperhatikannya, sekarang aku merasa kak Okie lebih sering memperhatikanku, entah kenapa aku juga tidak tahu, dia sering memandangiku di jam istirahat, dia juga sering main didepan kelasku sebelum jam pelajaran dimulai. Mungkin karena penampilanku yang sengaja aku rubah total, atau mungkin juga karena dia baru sadar bagaimana perjuanganku untuk menyatakan cinta, yang jelas aku merasa cintaku tidak lagi bertepuk sebelah tangan. Walau begitu, setahun di SMP semua masih biasa saja, aku masih diam dalam kekagumanku, dan kak Okie juga tidak mengatakan apapun padaku.
Tahun kedua aku di SMP. Jika tahun pertamaku masih ada rasa malu, dan penuh dengan adaptasi, tahun kedua ini adalah tahun yang paling aku nikmati sebelum memikirkan ujian kelulusan ditahun ke-tiga. Ditahun ini semua berbalik arah. Seperti yang aku bilang tadi, berhati-hati dalam memperlakukan cinta, akan membuat kita lebih aman, segalanya bisa berbalik kekita. Tiba-tiba dihari selasa seusai sekolah di perjalanan menuju tempat les, kak Okie dan teman-temannya berjalan dibelakangku. Aku pikir mereka ingin pergi kerumah temannya atau kemana, sehingga aku sengaja mengambil jalan yang berbeda agar aku tidak salah tingkah melihat kak Okie. Tapi ternyata mereka semua membuat kejutan untukku, tanpa aku sangka mereka menerobos jalan dan sampai didepanku, dengan membawa setangkai bunga mawar kak Okie bilang “Fatin, kamu mau nggak jadi cewekku..?”
Aku memang masih suka sama kak Okie, tapi kalau ingat ketika dia mempermalukanku ketika masih SD, jelas sakit hati itu muncul kembali. Jadi, dengan tegas aku bilang “maaf kak, aku nggak cinta lagi sama kak Okie”, dan setelah itu aku lari masuk keruang kelas ditempat les-lesan dan aku menanggis didalam ruangan karena aku telah membohongi hatiku. Akhirnya hari-hari selanjutnya disekolah aku lalui biasa saja, mungkin ini saatnya aku belajar, ini belum saatnya aku menyatakan cinta dan menerima cinta, toh aku masih kelas 2 SMP, masih panjang jalanku menjemput mimpi, masih banyak yang harus aku pelajari tentang cinta dan skandal didalamnya.
Ketika kenaikan kelas dan kak Okie lulus, aku tidak merasakan gundah lagi, aku tidak binggung lagi kemana aku harus melanjutkan sekolah karena kini aku sendiri dengan cinta yang berasal dari impian dan cita-citaku. Masa SMA kita lewati dengan jalan sendiri-sendiri, kak Okie dengan kejeniusannya masuk ke SMA Negeri dibidang IPA, dan aku bersama kesenanganku mendaftar di SMK dan mengeluti bidang TEKNIK KOMPUTER. Pokoknya disini kita bener-bener tidak saling mengejar dan mencoba melupakan cinta yang ada.
Tahun 2010 aku lulus dari SMK, entah kenapa tiba-tiba aku ingin melanjutkan sekolah. Memasuki gerbang kampus aku memutuskan untuk merantau kepulau seberang, melewati berbagai kota dari sekian banyak kota di Sumatera,  melewati selat sunda, langkahku tertuju ke kota kecil di pulau Jawa, tepatnya di provinsi Jawa Tengah dan lebih jelasnya lagi dikota “SOLO”, kota yang sangat terkenal dengan sebutan kota budaya, kota yang sangat terkenal dengan lembut tutur katanya dan sangat bertolak belakang dengan karakter daerahku yang memang sudah terkenal keras dan tegas.  Aku mencoba mendaftar di UNIVERSITAS SWASTA di kota Budaya itu, aku mengambil jurusan yang sangat bertolak belakang dengan keahlianku sebelumnya, jika aku lulusan TEKNIK KOMPUTER, kali ini aku mendaftar di KEDOKTERAN, jurusan yang tidak pernah aku fikirkan sebelumnya, tapi entahlah yang ada difikiranku saat itu adalah aku ingin kuliah di kedokteran.
            Seperti biasa diawal masuk sekolah dan kuliah kita semua merasakan yang namanya OSPEK atau MOS, disini kita merasa dikerjain habis-habisan sama kakak tingkat dengan kedok pengodokan karakter dan kedisiplinan, karena kerasnya OSPEK pada hari ketiga aku jatuh sakit, tapi tidak ada yang berani bicara pada panitia dan akhirnya aku jatuh pingsan dilapangan. Ketika sadar, aku sudah dibawa ketepi dan banyak sekali tim kesehatan disana, dan baru aku tahu ternyata kepalaku berada dipangkuan salah satu timkes, dengan rasa masih berat untuk membuka mata aku terkejut bahwa ternyata yang memangku kepalaku adalah kak Okie.
            Dengan perasaan bercampur-campur aku langsung bangun dan pergi ke kamar mandi, semua seperti dalam mimpi, film, dongeng dan penuh dengan skenario. Tubuhku kaku tak bertenaga, aku binggung harus bilang apa jika ketemu lagi dengan dia, aku memutuskan tidak kembali ditempat istirahat tapi aku langsung masuk dibarisan OSPEK dengan penuh tanda tanya bagaimana semua ini bisa terjadi dan kenapa semua ini harus terjadi.
            Seusai masa OSPEK masa kuliah aku lalui dengan sejuta bayangan dan tanda tanya tentang kak Okie, sampai pada suatu hari disemester dua aku mengajukan beasiswa berprestasi. Aku mencoba menghilangkan semua tanda tanya dan rasa penasaranku, aku mencoba fokus kuliah dan harus mendapatkan beasiswa agar orangtuaku tidak merasa terlalu berat membayar uang kuliah. Pengajuan beasiswa diterima dan aku banyak menghabiskan waktuku bersama teman-teman sehingga sedikit demi sedikit tanda tanya itu menghilang, namun suatu hari seluruh penerima beasiswa berprestasi di fakultas Kedokteran dari semua angkatan dikumpulkan untuk mendapat pengarahan tentang pembuatan program kreatifitas mahasiswa yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa penerima beasiswa prestasi, disini aku kembali dipertemukan dengan kak Okie.
            Pertemuan demi pertemuan kita lalui bersama, namun tidak ada tutur kata yang terucap antara aku dan dia, mungkin dalam hatinya masih tersimpan banyak pertanyaan tentangku, seperti banyaknya pertanyaan yang megganggu fikiranku. Tanggal 1 Desember 2012 aku mencoba untuk menutup fikiraku tentang kak Okie, aku mencoba untuk tidak lagi memikirkannya dan akhirnya aku memutuskan untuk membuka hati kepada seorang lelaki berama Hasan. Hasan adalah mahasiswa semester 7, dia satu angkatan dengan kak Okie tapi aku tidak tahu kalau ternyata dia adalah teman satu kelas kak Okie, bahkan dia adalah teman dekat kak Okie.
            Mungkin ini rasanya tai kucing, pengennya melupakan malah dapet teman deket orang yang disayang. Alhasil, aku tidak bisa melupakan tapi justru kepikiran terus. Entahlah, aku merasa aku sangat bodoh menyakiti orang yang pernah mencintaiku, tapi kadang aku juga berfikir aku nggak salah milih Hasan, mungkin saja kak Okie sudah punya cewek, toh dia tidak lagi menyatakan cinta sama aku, jangankan nyatakan cinta menyapa saja tidak, atau mungkin kak Okie sedang merasa hanya bertemu orang yang mirip denganku sehingga dia diam saja melihatku.
            Diujung kuliah Hasan, tepatnya ketika dia wisuda dia menyatakan niatnya untuk segera meminangku. Dia ingin bicara kepada orangtua ku tentang hubunganku dan dia, Hasan ingin aku menjadi pendamping hidupnya. Niat Hasan yang disampaikan padaku tidak langsung aku sampaikan ke orangtuaku, aku mencoba mencari waktu yang tepat untuk membicarakan hal yang sangat serius ini. Tiga hari setelah Hasan bicara padaku, tiba-tiba ayahku menelphone bahwa ada kiriman surat untukku anehnya surat itu dari Solo, tapi kenapa dikirim di Aceh, padahal aku masih ada di Solo. Mungkin surat dari teman SMP ku, atau surat dari teman SMA ku, dengan rasa sedikit penasaran aku meminta ayah untuk mengirimkan surat itu ke alamat tinggalku di Solo.
            Sekitar 4 hari aku menunggu, aku sobek tepi amplop surat itu dan aku baca isi suratnya. Hati ini menanggis tersayat membaca isi surat itu, ternyata surat itu surat dari kak Okie. Sebenarnya dia tahu bahwa orang yang berada dipangkuannya ketika pingsan diupaca OSPEK adalah aku, dia tahu bahwa orang yang dilihatnya disetiap pertemuan beasiswa berprestasi adalah aku, dan dia sangat tahu bahwa pacar Hasan teman dekatnya adalah aku. Ternyata dia tidak bicara padaku karena dia ingin merasakan apa yang pernah aku lakukan untuknya, dia ingin merasakan rasannya memendam cinta, dia ingin merasakan bagaimana sakitnya sendiri setelah ditolak cintanya.
            Dihari yang sama ketika aku membaca surat itu, Hasan menelphone ku untuk bertemu. Dia bilang bahwa dia juga mendapat surat dari kak Okie yang berisi bahwa sebenarnya dia masih sangat mencintaiku dan mengharapkanku untuk kembali mencintainya, tapi dengan penuh kewibawaan dan kerelaannya kak Okie merelakanku dan meminta Hasan untuk menjagaku. Kabar terakhir yang aku dengar kak Okie menderita sakit GBS (Guillain Barre Syndrome) yaitu penyakit yang sangat mematikan dimana sistem imun-nya menyerang salah satu sistem saraf perifer, dokterpun tidak tahu sampai kapan kak Okie menderita sakit itu. bahkan kemungkinan untuk sembuhpun sangat minim sekali.
 Hatiku sakit dengan berbagai penyesalan, kenapa aku tidak memulai pembicaraan ketika sering bertemu dengannya, kenapa aku lari dari pangkuannya ketika aku tahu siapa dia. Dan  yang lebih membuatku sakit adalah, aku tidak bisa melakukan apapun ketika dia tersakiti olehku. Aku tidak bisa lagi melihat wajahnya, kini aku tidak bisa lagi melihat senyum dan tawanya, andai aku bisa memohon pada Yang Maha Esa aku ingin merawatnya sampai hembusan nafas terakhir, aku ingin menjadi pendamping yang membahagiakannya. Tapi semua tidak mungkin, tidak mungkin aku meninggalkan Hasan, aku sangat tahu bagaimana dia mencintaiku, aku sangat tahu bagaimana dia menginginkanku menjadikan pendampingnya.
Sungguh aku tidak ingin menyakiti Hasan sebagai calon tunanganku, tapi jujur hatiku akan sangat merasa sakit dan bersalah yang membiarkan kak Okie menahan sakit fisiknya dan sakit hatinya. Aku yakin semua ini adalah kehendak Sang Maha Tahu, ini adalah jalan hidup yang digariskan untukku “HASAN” adalah cinta terakhirku, disini, dikota Solo ini cintaku berakhir.
Ini adalah pertanda bahwa kadang yang sangat kita cintai sejatinya bukanlah yang terbaik untuk kita, dan sesuatu yang biasa saja adalah yang terbaik untuk kita. Sepenggal cerpen ini aku persembangkan untuk orang yang setia dan sabar menghadapi liku-liku cinta dalam hidupnya, aku persembahkan untuk orang-orang yang memiliki cinta sejati, dan orang-orang yang bertekad membawa cintanya sampai disyurga-Nya nanti.

BIODATA NARASI
Az-zahra Astari dilahirkan di pulau jawa pada tanggal 19 Maret 1994 tepatnya di Ds. Jiwan, Ngrombo, Plupuh, Sragen Jateng. Pemilik nama asli Fitri Fajar Nur Indahsari, yang akrab dipanggil Sari ini ingin sekali menjadi pendidik yang menghasilkan tulisan-tulisan inspiratif. Jika ingin berkomunikasi dengan penulis dapat menghubungi dialamat email : efifanurinsa@yahoo.com . “menulis itu bukan hanya dari satu ruang hati, tapi menulis itu dengan melihat semua sudut hati, dan hati yang berbeda-beda” –Fitri Fajar Nur Indahsari-

Minggu, 09 Maret 2014

Puncak Cemara Indonesia

Puncak Cemara Indonesia
Usai ujian akhir atau usai melakukan banyak aktifitas membuat kita lelah dan bosan, maka liburanlah moment yang ditunggu-tunggu untuk menyegarkan kembali pikiran dan semangat kita. Namun, menjelang datangnya liburan sering membuat kita kebinggungan untuk memilih tempat yang menyenangkan dan berkesan. Sebagian orang memilih liburan keluar Negeri dengan banyak biaya, padahal di Tanah Surga kita Indonesia banyak sekali tempat liburan yang menyenangkan, asyik, dan tentunya terjangkau untuk siapa saja, bahkan ada yang gratis.
Indonesia terkenal mempunyai banyak Gunung. So, salah satu obyek wisata Indonesia yang saya rekomendasikan adalah daerah pegunungan, suasana tenang karena jauh dari kebisingan dan asap kendaraan membuat kita sangat tenang. Rindangnya pepohonan yang indah membuat daerah ini terasa sangat segar seakan menyegarkan kembali pikiran kita. Kedipan lampu kota yang berada dibawah pegunungan membuat kita seolah menjelajah langit biru yang bertabur bintang.
Jika ingin bermalam di Villa daerah pegunungan pun kita tidak perlu merasa khawatir dengan mahalnya harga kamar di Villa, hanya dengan Rp 50.000 – Rp 100.000 /malam kita sudah bisa istirahat dengan nyaman bahkan mandi dengan air hangat. Bagi yang suka camping pun, daerah pegunungan ini sangat cocok dan menyenangkan karena banyak lapangan perkemahan yang siap pakai dan tidak khawatir akan kekurangan air bersih, karena air gunung selalu mengalir dengan jernih dan alami. Jangan lupa untuk selalu membawa pakaian hangat ketika pergi ke daerah pegunungan karena udara yang sangat segar kadang membuat kita kedinginan.
Tindakan kecil untuk perubahan besar

Global warming adalah hot news yang tak henti-hentinya diperbincangkan, salah satu penyumbang terbesar terjadinya global warming adalah plastik. Plastik bak perusak yang tetap diidolakan, dengan sadar hampir setiap orang di Indonesia menggunakan kantong plastik tiap harinya, tidak hanya 1 mungkin bisa 3 atau lebih. Sampah plastik amat sulit terurai di alam, dan bila dibakar plastik akan melepas zat racun. Mungkin kita masih sulit untuk say no pada produk berbungkus plastik, hingga berbagai aksi diet kantong plastik pun digelar, namun aksi itu tidak akan berdampak sedikitpun tanpa adanya kesadaran cinta lingkungan.
Cinta lingkungan dalam hal diet kantong plastik dapat dilakukan dengan barbagai tindakan misalnya ketika berbelanja di supermarket minimalisir penggunaan plastik, selain itu gunakan tas kain atau bawa plastik sendiri dari rumah jika belanjaan hanya sedikit, atau minta dibungkus kardus jika barang belanjaan banyak. Lebih baik membawa air minum dan botol minum dari rumah untuk meminimalisir membeli air mineral atau minuman yang berwadah dari bahan plastik, dan yang tidak kalah pentingnya sebarkan tindakan serupa kepada orang lain.
Jika diperlukan waktu 100-200 tahun untuk terurainya plastik, maka tak terbayangkan berapa banyak gunung limbah plastik yang ada untuk 5tahun kedepan, jika pemakaian plastik tidak segera dikurangi. Sebuah perubahan besar penyelamat dunia tidak akan dapat tercipta jika tidak diawali dari tindakan kecil dari diri kita sendiri. 


posted in Kompas Kampus
juni 2012

Rabu, 23 Oktober 2013

Statistic V

Guys ternyata yang dikirim bapak nya hanya modul dan tabel saja. Tapi cara mengerjakan tadi tidak di copy-kan.
Bagi yang mau download modul SPSS click here
Tabel z, r, t, F SPSS

Minggu, 31 Maret 2013

Kamis, 28 Maret 2013

Conjuction

Conjuction
 
Salah satu dari part of Speech yang perlu kita pelajari adalah Conjunctions.Conjunctions (Kata Sambung) adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan kata-kata, ungkapan atau kalimat dan sebagainya. Kata Sambung yang paling umum digunakan dalam Bahasa Inggris adalah “and”, “or” dan “but”.
Contoh:
  1. Jamie, Adam and Lee arranged to meet by The Bull at 7 o’clock.
    (Conjunction “and” menghubungkan “Jamie”, “Adam” + “Lee”)
  2. It is a small but practical kitchen.
    (Conjunction “but” menghubungkan “small” + “practical”)
  3. The manager or his secretary will notify you when the report is ready.
    (Conjunction “or” menghubungkan “manager” + “secretary”)
PEMBAGIAN CONJUNCTION
Konjunction terbagi menjadi 2 kelompok utama yaitu:
1. COORDINATING CONJUNCTION
Yaitu menghubungkan kalimat-kalimat yang sederajat. Artinya kalimat yang satu tidak membutuhkan kalimat yang lainnya dan andaikan kalimat itu berdiri sendiri pun, tanpa adanya conjunction, maka makna kalimat tersebut sudah dapat dipahami dengan baik.
Conjunction jenis ini terbagi lagi menjadi: